Metode penelitian digunakan sebagai pedoman dalam memperoleh data, menganalisis kondisi kawasan riparian, serta membangun model keberlanjutan pembangunan Waterfront City berbasis daya dukung lingkungan dan resiliensi masyarakat.
Penelitian ini menggunakan pendekatan Mixed Methods, yaitu mengombinasikan metode kuantitatif dan kualitatif sehingga mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai kondisi biofisik kawasan riparian, karakteristik sosial ekonomi masyarakat, serta dinamika pembangunan kawasan Waterfront City.
Pendekatan kuantitatif digunakan untuk mengukur kemampuan lahan, daya dukung lingkungan, serta kondisi hidrologi kawasan. Pendekatan kualitatif dilakukan melalui wawancara mendalam, Focus Group Discussion, serta observasi lapangan untuk memperoleh informasi mengenai persepsi, budaya, dan tingkat resiliensi masyarakat.
Lokasi penelitian berada pada kawasan riparian Sub-DAS Kahayan, khususnya Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya. Wilayah penelitian dipilih karena merupakan pusat rencana pembangunan Waterfront City dan memiliki karakteristik ekologi lahan gambut, permukiman bantaran sungai, serta aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada Sungai Kahayan.
Sampel biofisik ditentukan berdasarkan lokasi strategis sepanjang kawasan riparian, sedangkan responden dipilih menggunakan purposive sampling berdasarkan pengalaman, pengetahuan, serta keterlibatan langsung terhadap kawasan penelitian.
Pengumpulan data dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif sehingga mampu memberikan informasi yang komprehensif mengenai kondisi biofisik kawasan riparian, karakteristik sosial masyarakat, serta kondisi ekonomi wilayah penelitian.
Pengambilan sampel tanah, pengukuran kedalaman gambut, pengamatan vegetasi, serta identifikasi kondisi fisik kawasan.
Wawancara semi terstruktur kepada pemerintah, tokoh masyarakat, nelayan, pemilik rumah lanting, dan pelaku usaha.
Sinkronisasi hasil observasi, analisis teknis, serta persepsi masyarakat terhadap pembangunan Waterfront City.
| Metode | Jenis Data | Output |
|---|---|---|
| Observasi | Tanah, Hidrologi, Vegetasi, Topografi | Data Biofisik |
| Wawancara | Persepsi, Budaya, Ekonomi | Data Sosial |
| FGD | Validasi Temuan | Rekomendasi |
| Dokumentasi | Foto, Peta, RTRW | Pendukung Analisis |
Analisis data dilakukan secara bertahap dengan mengintegrasikan hasil pengukuran lapangan, analisis spasial, serta hasil wawancara ke dalam model pembangunan berkelanjutan.
Tahapan akhir penelitian menggunakan pendekatan System Dynamics sebagai alat simulasi untuk menggambarkan hubungan sebab-akibat antar variabel ekologi, sosial, ekonomi, dan pembangunan kawasan Waterfront City. Pendekatan ini memungkinkan peneliti melakukan simulasi berbagai skenario pembangunan sehingga dapat diketahui dampak jangka panjang terhadap keberlanjutan kawasan riparian Sub-DAS Kahayan.
Hubungan timbal balik antar variabel yang saling mempengaruhi.
Variabel yang mengalami akumulasi dari waktu ke waktu.
Variabel yang menyebabkan perubahan nilai Stock.
Model Causal Loop Diagram digunakan untuk menggambarkan hubungan sebab akibat antara variabel pembangunan, kualitas lingkungan, pendapatan masyarakat, luas kawasan riparian, dan kebijakan pemerintah.
| Stock | Inflow | Outflow |
|---|---|---|
| Luas Hutan Riparian | Rehabilitasi | Alih Fungsi Lahan |
| Kualitas Air | Konservasi | Pencemaran |
| Pendapatan Masyarakat | Investasi | Penurunan Produksi |
| Jumlah Penduduk | Pertumbuhan Penduduk | Migrasi |
Peta kemampuan lahan, kawasan konservasi, dan area pembangunan.
Rekomendasi pembangunan berbasis daya dukung dan keberlanjutan.
Model System Dynamics untuk simulasi 20 tahun mendatang.
Metodologi penelitian dirancang menggunakan pendekatan Mixed Methods dengan mengintegrasikan analisis biofisik, sosial ekonomi, kemampuan lahan, daya dukung lingkungan, serta pemodelan System Dynamics. Melalui tahapan tersebut diharapkan dapat dihasilkan model keberlanjutan pembangunan Waterfront City yang adaptif, berbasis konservasi, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan riparian Sub-DAS Kahayan.