← Kembali ke https://kalteng.co/

Wajib Belajar 13 Tahun di Barito Utara: Sinergi SPMB 2026 dan Program SIP Pintar untuk Pendidikan Merata

https://kalteng.co/ • 06 June 2026 14:52
Wajib Belajar 13 Tahun di Barito Utara: Sinergi SPMB 2026 dan Program SIP Pintar untuk Pendidikan Merata

MUARA TEWEH, Kalteng.co-Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, terus melakukan terobosan besar di sektor pendidikan pada tahun 2026. Fokus utama saat ini adalah memastikan keadilan akses pendidikan bagi seluruh anak di daerah tersebut, mulai dari usia dini hingga tingkat menengah.

Dalam forum Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) I PGRI Barito Utara Masa Bakti 2025–2030 yang digelar di Aula Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Bunda Guru Kabupaten Barito Utara, Maya Savitri Shalahuddin, menegaskan pentingnya kolaborasi multisektor untuk menyukseskan program Wajib Belajar 13 Tahun.

“Kita ingin memastikan seluruh anak di Kabupaten Barito Utara memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan yang berkualitas sejak usia dini hingga jenjang menengah,” ujar Maya Savitri Shalahuddin di Muara Teweh, Jumat (5/6/2026).

Fondasi Kuat Dimulai dari PAUD hingga Menengah

Program Wajib Belajar 13 Tahun di Barito Utara menempatkan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai pilar fundamental. Menurut Maya Savitri, PAUD adalah pondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak usia emas.

Keberhasilan program ini mengandalkan keterkaitan yang kuat antara:

Memangkas Kendala Ekonomi Lewat Program “SIP Pintar”

Salah satu tantangan terbesar dalam dunia pendidikan adalah faktor ekonomi. Menjawab persoalan tersebut, Pemkab Barito Utara menghadirkan inovasi melalui Program SIP Pintar.

Program ini dirancang khusus untuk memberikan bantuan perlengkapan sekolah gratis bagi siswa di berbagai jenjang pendidikan. Dengan adanya SIP Pintar, pemerintah daerah berkomitmen menghapus dinding pembatas finansial yang sering kali menghambat mimpi anak-anak untuk bersekolah.

“Kami ingin memastikan tidak ada anak yang terhambat pendidikannya karena keterbatasan ekonomi,” tegas Maya.

Melalui kombinasi SPMB 2026 dan program jaring pengaman sosial seperti SIP Pintar, diharapkan target zero drop-out (tidak ada anak putus sekolah) di Barito Utara dapat segera terealisasi.

Kolaborasi 4 Pilar: Kunci Sukses Pendidikan Daerah

Pembangunan sektor pendidikan tidak bisa hanya bertumpu pada kerja keras pemerintah daerah semata. Maya Savitri mengingatkan bahwa ada empat pilar utama yang harus bergerak harmonis:

[ Pemerintah ] <---> [ Sekolah & Guru ] <---> [ Keluarga/Orang Tua ] <---> [ Masyarakat ]

Guru memiliki posisi strategis dalam mendampingi tumbuh kembang serta mengasah karakter generasi penerus. Oleh karena itu, sinergi antara sekolah, orang tua, masyarakat, dan organisasi profesi seperti PGRI harus terus dipererat.

PGRI Barito Utara Sebagai Mitra Strategis Pemerintah

Senada dengan visi tersebut, Bupati Barito Utara, Shalahuddin, memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Konkerkab I PGRI ini. Baginya, PGRI adalah motor penggerak profesionalisme guru di daerah.

Beberapa peran penting PGRI yang terus didorong oleh pemerintah daerah meliputi:

“Guru merupakan ujung tombak pembangunan sumber daya manusia. Dari tangan para guru lahir generasi penerus bangsa yang memiliki karakter, kecerdasan, keterampilan, dan daya saing yang kuat,” pungkas perwakilan Pemkab Barito Utara.

Melalui komitmen bersama yang solid di tahun 2026 ini, Kabupaten Barito Utara optimis mampu mencetak generasi emas yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap bersaing di kancah global. (pra)

Sumber: https://kalteng.co/
Baca Artikel Asli