PALANGKA RAYA, kalteng.co – Nama Prof Bhayu Rhama, S.T., MBA., Ph.D menjadi sosok yang diperhitungkan dalam pemilihan Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) periode 2026–2030. Ini tidak hanya terlihat dari rekam jejak pendidikan dan jabatan yang pernah diembannya, namun juga dari visi yang ia usung. Yaitu, UPR Berbakat dan Bereputasi, mewujudkan UPR sebagai perguruan tinggi unggul berbasis falsafah Huma Betang, berdaya saing global, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan berkelanjutan.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Prof. Bhayu mengusung empat misi utama, yakni pendidikan berbasis Outcome-Based Education dan karakter, penguatan riset serta inovasi berdampak, peningkatan kontribusi UPR terhadap pembangunan berkelanjutan melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, serta transformasi tata kelola universitas yang modern, transparan, dan berintegritas.
Visi tersebut dijabarkan ke dalam delapan program prioritas, di antaranya reformasi tata kelola universitas berbasis digital, penguatan mutu akademik dan akreditasi menuju UPR Unggul, pembangunan infrastruktur kampus, pengembangan smart campus, penguatan riset berbasis potensi daerah seperti gambut dan kelapa sawit, peningkatan kualitas mahasiswa melalui sertifikasi kompetensi dan pusat karier, pengembangan kemitraan internasional termasuk skema carbon trading, hingga penguatan kampus inklusif melalui penyediaan layanan disabilitas, ruang terbuka hijau, serta layanan kesehatan yang terjangkau bagi mahasiswa dan masyarakat.
Prof. Bhayu menegaskan bahwa berbagai tantangan yang dihadapi UPR harus dijawab melalui langkah-langkah strategis yang terukur.
“Tantangan yang kita hadapi saat ini, mulai dari keterbatasan sarana dan prasarana, anggaran, hingga sumber daya manusia, harus dijawab dengan kolaborasi, inovasi, dan tata kelola universitas yang modern serta berbasis kinerja,” katanya.
Ia menambahkan, seluruh program prioritas tersebut diarahkan untuk memberikan dampak nyata bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, masyarakat, hingga pembangunan daerah.
“Target kami bukan hanya meningkatkan reputasi institusi, tetapi juga melahirkan lulusan yang adaptif dan berdaya saing, memperkuat kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan, serta menjadikan UPR sebagai pusat riset yang mampu memberikan solusi nyata bagi pembangunan Kalimantan Tengah dan Indonesia,” pungkas Prof. Bhayu.
Melalui sosialisasi tersebut, Prof. Bhayu berharap visi dan program yang ditawarkan dapat menjadi landasan transformasi Universitas Palangka Raya menuju perguruan tinggi yang unggul, inovatif, berintegritas, dan bereputasi di tingkat nasional maupun internasional, tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal yang berlandaskan falsafah Huma Betang. (bam/aza)